Tiga tahun yang lalu, pada tengah semester pertama kuliah saya, kampus tetangga mengadakan sebuah acara diskusi massal bertajuk "Kenduri Budaya". Dengan narasumber utama seorang budayawan yang kita kenal dengan acara-acara "Kenduri"-nya, Yaitu CN. Dari beliaulah saya mendapatkan konsep "rekreatif-produktif", yang pada saat itu saya tidak begitu faham atas konsep itu walaupun sudah dijelaskan secara gamblang.
"Isilah setiap kegiatan rekreatifmu menjadi produktif dan buatlah setiap kegiatan produktifmu bernuansa rekreatif", kira-kira seperti itulah yang CN ujarkan pada peserta diskusi pada malam itu. Yang beliau ucapkan pasti tidak persis seperti itu karena hanya bersumber dari ingatan saya, hal tidak penting, yang penting pesan yang disampaikan sama. Saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang diskusi tersebut karena artikel ini ditulis bukan untuk tujuan itu.
Bosan, setiap orang pasti pernah merasa bosan dan tentunya anda membaca tulisan ini karena bosan pula. Mungkin juga anda akan merasa bosan membaca tulisan ini walaupun belum sampai selesai. Jangan bosan dulu dan jangan berhenti membaca tulisan ini setengah jalan, karena setelah anda selesai membaca seluruhnya, bisa jadi merupakan waktu paling membosankan dalam hidup anda.
Ketika anda merasa bosan, apakah hal yang biasanya anda lakukan? mungkin beberapa dari kita memiliki kegiatan hobi yang dilakukan disaat bosan (seperti sekarang) misalnya berolahraga, bersepeda, jalan-jalan, ngopi sama temen, nonton film, searching, baca-baca artikel di web (seperti yang anda lakukan saat ini), baca status temen di sosmed atau update status seperti Manusia Alay "Lagi bosen nich.... #Huftttttt". Atau yang agak extreme, seperti nyari gara-gara sama preman kampung sebelah, biasanya karena bosen hidup.
Kita tahu banyak sekali kegiatan yang dapat menghilangkan rasa bosan, namun ada kala kegiatan-kegiatan tersebut tidak dapat mengatasi kebosanan kita, justru menambah rasa bosan karena terlalu sering dilakukan. Tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Dari banyak kegiatan tersebut ada beberapa kegiatan yang menurut saya efektif me-refresh pikiran kita dan cukup produktif.
1. Membaca
Kenapa membaca, membacakan juga membosankan? terus produktifnya dimana?
Pertanyaan yang kedua dulu, Selama ini kita menganggap kegiatan yang produktif itu harus menghasilkan barang atau jasa yang bila dikomersilkan menghasilkan uang, atau intinya kegiatan menghasilkan uang. Itu merupakan anggapan yang benar (nah...loh?), namun kurang dalam karena anggapan ini terlalu dangkal. Kegiatan produktif sendiri adalah kegiatan yang menghasilkan, dalam hal ini membaca, produk yang dihasilkan dari membaca jauh lebih berharga daripada barang atau jasa dan tidak dapat dinilai dengan uang, yakni pengetahuan (apalagi baca Quran, menghasilkan pahala). Pengetahuan jauh lebih berharga daripada barang atau jasa, bila barang dan jasa selalu memiliki masa pakai namun pengetaahuan masa pakainya seumur hidup, malah setelah mati masih memiliki nilai bagi yang masih hidup bila dibagikan pada orang lain, buktinya pengetahuan aljabar, phitagoras, newton sampai sekarang masih digunakan dan masih dihargai.
Kembali ke pertama, kenapa membaca? tentu saja karena sangat produktif, tidak memerlukan banyak biaya dan dapat dilakukan kapan saja dimana saja, misal waktu diare di WC. Membaca juga membosankan, memang, apalagi bila masih sekolah, kuliah atau sudah kerja kantoran, pekerjaan utama adalah membaca baik buku pelajaran, laporan penelitian atau laporan keuangan. Namun inilah kelebihan membaca yang tidak dimiliki kegiatan lainnya, yaitu banyaknya macam bacaan, bila anda bosan membaca bacaan seperti diatas anda cukup memengganti dengan bacaan lain seperti novel, buku praktis, atau koran. Dan masing-masing jenis bacaan memiliki isi dan suasana yang bermacam-macam sehingga bila bosan cukup ganti bahan. kelebihan lain adalah entah kenapa bagi saya, tidak tahu kalau anda, membaca memiliki kemampuan hipnotis yang tinggi sehingga mampu menimbulkan rasa kantuk dan ini sangat cocok bila anda sedang bosan, tidak bisa tidur tapi juga gak ada kegiatan. Maka membaca merupakan salah satu solusi terbaik saat bosan.
2. Tidur
WAH lagi-lagi tidak produktif. Sekali lagi anda telah benar, tapi sekali lagi itu terlalu dangkal karen kurang dalam. Tidur juga merupakan kegiatan produktif karena menghasilkan belek di mata, iler di mulut (bagi yang tidurnya ngiler) dan musik bagi yang ngorok. Disamping itu, tidur merupakan bentuk maintenance untuk tubuh, saat tidur seluruh indra dan otak kita diistirahatkan sehingga menghasilkan fokus dan pikiran yang jernih setelahnya, seperti komputer bila terlalu lemot dan sering nge-hang perlu di-restart. Namun tidur tidak boleh berlebihan, sebaiknya tidur dilakukan satu jam di siang hari, adapun di malam hari tergantung kebutuhan anda karena tiap orang berbeda. Bila tidak berlebihan tidur sangat efektif menanggulangi kebosanan, bisa jadi sebelum tidur anda sangat bosan tapi saat tidur anda tidak akan bosan, bisa jadi setelah bangun anda kembali bosan tapi selama anda tidur anda tidak akan merasa bosan, sangat efektif. Namun disaat anda bosan tapi tidak mengantuk, maka lakukanlah kegiatan pertama.
3. Menulis
Mungkin anda bertanya-tanya kenapa urutan ini seperti ngawur? Seharusnya bila secara urutan adalah tidur, kalo tidak bisa tidur baru membaca biar ngantuk, baru menulis biar ada hubungannya. Atau Membaca dulu, kalo puas baca baru Menulis, udah capek baru tidur, atau dibalik menulis, buntu baru baca, ngantuk baru tidur. Kenapa urutannya ngeselin, kenapa menulis dan membaca harus dipisah dengan tidur? Jika anda berpikir demikian, saya tidak akan membuat alasan seperti, membaca dulu karena paling efisien, baru tidur karena ngantuk habis baca, baru nulis karena pikiran fresh setelah bangun tidur, jadi STOP!!!
Kenapa menulis? Karena menulis merupakan kegiatan yang produktif dan dapat dilakukan pada waktu senggang sehingga sangat cocok dilakukan saat bosan, Menulis adalah mengungkapkan pikiran kita dalam bentuk tulisan, jadi sebelas-dua belas bercerita, bedanya menulis dapat anda lakukan sendirian, sedangkan bila anda bercerita sendirian anda dapat meresahkan keluarga dan teman-teman anda. Menulis menuntut otak kita berpikir bagaimana menuliskan isi pikiran kita sehingga kita akan lupa dengan rasa bosan.
Menulis kan susah, gak semua orang bisa kan?
Memang, tapi saya yakin anda bisa karena anda bisa membaca tulisan ini, itu sudah merupakan kualifikasi bahwa anda mengenal huruf sehingga anda pasti bisa menulis.
Kan enggak ngerti mau nulis apa?
Tulis saja apa yang anda ingin tulis, atau apa yang anda bisa tulis atau apa yang anda pikirkan. Saya tidak meminta anda menjadi penulis profesional atau untuk menulis publikasi, sehingga anda tidak perlu khawatir tentang isi, diksi, teknik dan lain-lain atau hasil jelek, malu dibaca orang, karena anda tidak harus mempublikasikan apa yang anda tulis. ulis apa yang ingin anda tulis apakah puisi, cerpen, biografi, artikel, diari terserah anda.
Masih gak ada ide?
Misal tulis saja biografi anda sendiri, mulai dari ingatan pertama anda sampai saat ini, karena ini tulisan pribadi jadi tidak ada dateline sehingga tulislah sedetail mungkin, siapa tahu berguna seperti mengingatkan anda tentang hal-hal kecil yang sering dilupakan atau kenangan yang terlupa.
Nulisnya dimana?
Terserah anda tergantung juga apakah anda ingin publikasikan atau tidak, bila tidak bisa tulis dimana saja, di buku, kertas, komputer, HP, bungkus rokok, tembok dan lain-lain. Bila untuk publikasi bisa di komputer, blog, facebook, twitter atau terserah dimana.
4. Bersih-bersih
Ketika ketiga solusi diatas tidak dapat diterapkan misal anda bosan, belum mengantuk, pas sakit mata karena kelilipan semen satu karung jadi tidak bisa baca atau nulis, bersih-bersih adalah solusi mengatasi kebosanan dengan produktif yang paling tepat. Tidak terbantahkan bahwa bersih-bersih itu produktif karena cleaning servis dibayar. Bersih-bersih disaat bosan sangat membantu menghilangkan kebosanan, dan menghasilkan beberapa keuntungan seperti lingkungan bersih dan mungkin pujian dari orangtua "Eh... tumben banget bersih-bersih, kesambet jin mana lu tong?" yang bisa meningkatkan kemungkinan naiknya uang jajan.
Tapi males gimana?
Jangan terus mikir bersihin serumah, ya pasti males kalo gitu. Mulailah dari kamar anda tempat pertama kali anda lihat saat bangun tidur, cukup bersihkan dan rapikan, lalu apakah sudah hilang rasa bosan anda atau sudah akan ada kegiatan lain? Jika belum, lanjutkan dengan menata lemari anda dan mengeluarkan pakaian kotor dari kamar, bila masih bosan lanjutkan dengan mencucinya. Anda masih merasa bosan? teruskan bersih-bersih dengan mencuci motor atau mobil anda (bila punya). Selanjutnya depan kamar, ruang keluarga, dapur, sampai halaman bila anda masih merasa bosan. mudahkan?
Bersih-bersih juga merupakan kegiatan paling multi-tasking anda dapat mencuci pakaian sambil menyanyi atau mendengarkan musik, anda juga dapat menyapu atau mengepel sembari berlatih ilmu toya, latihan taichi saat cuci piring atau anda bisa bereksperimen dengan menata barang-barang anda dengan susunan yang unik, dan juga membuat kerajinan dari barang-barang tak terpakai yang terkumpul saat bersih-bersih seperti membuat keranjang dari koran bekas dan banyak kerajinan dan tutorial semacam itu di internet. Dengan bersih-bersih kita dapat menghindari kebosanan diwaktu luang, plus dengan suasana yang bersih dan rapi, pikiran kita akan lebih fresh dan bersemangat.
Bagaimana, masihkah anda bosan setelah membaca artikel ini? bila masih berarti anda beruntung dapat mempraktekkan solusi diatas dan juga berarti saya juga masih bisa melanjutkan artikel ini.
5. Ikut Kegiatan Sosial
Untuk bosan musiman yang datangnya jarang-jarang seperti liburan sekolah atau cuti yang kelewat panjang biasanya kita akan menghadapi situasi "gak tahu harus ngapain", yaitu ketika kita udah bosan akut bahkan sudah bosan jalan-jalan atau liburan tapi masih libur. Solusinya adalah ikut kegiatan sosial yang mungkin biasanya tidak pernah kita ikuti seperti kerja bakti, peduli lingkungan hidup, atau ikut rapat karang taruna (Katar) bagi yang masih muda. Kegiatan seperti ini efektif menghilangkan kebosanan karena kita akan bertemu orang-orang baru, kegiatan baru, yang mungkin sama sekali tidak kita duga, seperti pas kerja bakti bersih-bersih selokan, bisa saja anda jatuh "klelep" ke dalam got dan hanyut. Dan tidak terbantahkan lagi kegiatan semacam ini sangat produktif dan bukan hanya yang melakukan yang bisa merasakan hasilnya.
Itu tadi yang terakhir, berikutnya adalah jenis-jenis bosan khusus berdasarkan sebabnya, bosan kategori ini memiliki tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa diatasi sengan solusi-solusi diatas. jenis-jenisnya adalah:
- Bosan Hidup
- Bosan Jomblo
- Bosan Hidup karena Bosan Jomblo
Dan bagi anda yang termasuk salah satu dari ketiga jenis di atas, karena anda membaca ini saya akan memberikan beberapa saran
- Positive Thinking ; Berpikirlah positif, cari sisi baik dari keadaan anda ini. Anda termasuklah orang yang beruntung, di luar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih membosankan daripada anda, tapi kurang beruntung karena tidak dapat membaca artikel ini. Salah satu dari mereka sebut saja M (nama disamarkan) yang telah menyukai seorang gadis selama 8 tahun tetapi tidak pernah diterima cintanya oleh gadis tersebut hanya karena M tidak pernah menyatakan perasaannya pada gadis itu. Bukankah sangat membosankan hidup si M, seandainya kisah M diangkat ke film pasti akan menjadi film paling membosankan sepanjang masa.
- Don't Do Anything Stupid ; Jangan pernah bertindak bodoh, walaupun anda sudah bosan dengan kebosanan tingkat tinggi tersebut, bertahanlah jangan gegabah. Bila terbersit dalam pikiran anda untuk mengakhiri hidup anda, cobalah berpikir lagi, bunuh diri tidak se-simple yang anda pikirkan. Misal gatung diri, anda akan bosan menghitung ukuran dan kekuatan tali, ketinggian kursi dan atap lokasi bunuh diri karena bila ukuran tali terlalu kecil, terlalu panjang dan lompatan kursi terlalu tinggi, tali tidak akan bisa bertahan menahan momentum lompatan tubuh anda dan putus, anda akan terjerembab ke lantai minimal kesleo atau patah tulang. namun bila ukuran tali terlalu besar, panjang tali dan tinggi kursi terlalu pendek, momentum lompatan anda tidak akan cukup untuk mematahkan leher anda sehingga anda akan mati tercekik, dan itu pasti lama dan sangat sakit. Contoh lain melompat dari gedung, bila gedung kurang tinggi, anda tidak akan mati tapi tubuh anda akan hancur bisa jadi lumpuh, hidup anda akan jauh lebih menderita kebosanan, namun bila terlalu tinggi, maka perjalanan anda jatuh akan lama, bisa jadi anda akan berubah pikiran dan menyesal terlanjur melompat.
- Think About Next Step : Saat ini mungkin anda hidup dalam kebosanan tapi apakah ada jaminan setelah mati anda tidak akan bosan? Mati lebih membosankan daripada hidup dalam kebosanan, anda tidak dapat bergerak, tidak bisa bernafas, tidak bisa ke mall. Kalau saat ini anda bosan hidup anda bisa memilih mengakhiri kehidupan anda, tapi bila anti anda bosan mati, anda tidak dapat mengakhiri kematian anda.
" Hidup anda mungkin membosankan, kematian bisa jadi mengakhiri hidup anda tapi belum tentu mengakhiri kebosanan anda"
Akhirnya kelar, anda pasti sangat bosan membaca tulisan ini sampai selesai, dan itu bagus, karena ada yang lebih bosan daripada anda yaitu saya yang menulisnya selama 8 jam nonstop dari buka sampai sahur tanpa tidur, karena kalu tidur tidak bisa nulis, jadi pasti lebih bosen saya .
Terimakasih
Selamat Bosan
P.S. Saya kategori khusus nomer 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar